Chef & Penulis Kuliner
Saya memasak dan menulis tentang kuliner Indonesia bukan untuk melestarikan — tapi untuk menunjukkan bahwa tradisi bisa menjadi platform inovasi yang tak terbatas.
Tape, tempeh, oncom, asinan — Indonesia punya tradisi fermentasi yang kaya dan hampir tidak pernah diajarkan secara sistematis. Saya mendokumentasikannya sebelum hilang.
Setiap Sabtu pagi saya ke pasar tradisional. Bukan untuk belanja — untuk menemukan bahan yang tidak ada di supermarket dan mencari tahu cara memasaknya.
Teknik memasak profesional bisa dipelajari siapa saja di dapur rumah. Kuncinya bukan peralatan mahal, tapi pemahaman yang benar tentang panas dan waktu.
Laporan dari perjalanan ke berbagai daerah Indonesia — dari dapur nenek di Padang sampai warung pinggir jalan di Makassar. Masakan paling jujur selalu ada di sana.
Belum ada produk.
Lulus dari Le Cordon Bleu Jakarta 2015, bekerja di restoran bintang satu Michelin di Singapura selama tiga tahun, kemudian kembali ke Indonesia dengan satu keyakinan: kuliner terbaik Asia sudah ada di sini, kita hanya belum tahu cara menceritakannya. Sekarang saya memasak, menulis, dan mengajar dari dapur kecil saya di Yogyakarta.